Without you
Part.7 Cold Blooded
Sudah hampir satu tahun dan Dave tidak menampakkan diri. Clara menepati janji, ia benar-benar menunggu sosok vampir itu untuk kembali. Selama itu juga Clara merampungkan cerita fiksi yang ia tulis. Ia menceritakan kisahnya sendiri bersama Dave untuk membuang rasa sunyi dan rindu terhadap vampir tampan itu.
Absennya Dave dari keseharian Clara membuatnya lebih sering berkunjung ke Cafe Marrakech yang selama ini di kelola oleh adiknya. Alih-alih meng-handle Cafe tapi niat dalam hati hanya ingin mengusir bayang-bayang Dave yang selalu lekat di pikirannya. Ramai dan riuh suasana Cafe membuat wanita itu sedikit terhibur dan sejenak melupakan Dave dari ingatannya. Namun saat ia pergi meninggalkan Cafe dan pulang menuju rumah, seakan-akan Dave bersamanya. Berada di kursi penumpang sebelahnya dan sibuk menatap Clara yang sedang mengemudi.
Mungkin itu hanya bayangan Dave saja, atau memang ia sedang berhalusinasi. Clara sesungguhnya ingin menyerah saja, ia beberapa kali berpikir hendak meninggalkan rumah dan kembali tinggal dengan orang tuanya. Namun ia takut jika tidak bisa bertemu Dave lagi. Dan kali ini kesabaran Clara sudah habis, menunggu tanpa ada kepastian. Hampir satu tahun ia mencoba kuat melewati hari-hari tanpa Dave dan itu sangat menyiksanya.
Clara mengeluarkan beberapa pakaian dari lemari dan menata rapi di dalam koper berukuran besar. Ya, ia akan tinggal di rumah orang tuanya untuk beberapa hari atau dalam jangka waktu yang lama. Ia sadar bahwa Dave tidak nyata, vampir hanyalah mitos dan yang dialami selama ini mungkin halusinasi saja.
Cklek...
“Ra, kamu gak bosen di kamar terus? Pergi jalan-jalan sana..” Sapa sang mama sembari membuka pintu kamar anaknya. Clara menoleh ke arah pintu dan hanya tersenyum saja. Wanita itu kemudian duduk dan menatap sang mama yang masih berdiri di ambang pintu.
“Ma, kangen Indo gasih?” Tanya Clara tiba-tiba.
“Ya kangen, tapi belum waktunya liburan, nak. Kenapa?” Wanita paruh baya itu-pun berjalan perlahan masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepi ranjang, di sebelah anak perempuannya.
“Kangen temen-temen, Ma..”
drrrt... drrrtt...
Ponsel milik Clara bergetar, satu pesan masuk di terima kemudian ia baca. Tak lama, wanita itu beranjak dari duduknya dan mengambil jaket bulu yang berada di kursi kemudian mengenakannya.
“Mau kemana?” Tanya sang mama.
“Ke rumah dulu Ma, barusan Steven tetangga sebelah bilang kalau pintu balkon ke buka. Takut ada pencuri masuk.” Jelas Clara sembari mengambil kunci mobil.
“Loh, kamu gak nutup pintu apa gimana?”
“Di tutup Ma, tapi gatau deh. Aku pergi dulu ya Ma..” Pamit Clara, ia berjalan sedikit cepat keluar kamar lalu menuruni tangga.
“Ya, hati-hati.”
“Dave. Itu pasti Dave!”—batin Clara. Ia sangat yakin bahwa Dave akan datang menemuinya. Wanita itu melajukan mobilnya sedikit cepat, suasana jalan pada malam hari tidak ramai seperti biasanya seolah memberikan akses untuk Clara agar bisa lebih cepat tiba di rumahnya.
Lima belas menit kemudian Clara tiba di rumah. Ia memarkirkan mobil di tepi jalan, tanpa memasukkan ke dalam garasi dan secepat kilat berlari membuka pintu dan naik ke lantai dua.
“Dave!” Pekik Clara setengah berteriak, ia sibuk mencari sosok vampir itu ke seluruh ruang kamarnya yang cukup besar namun tidak menemukan Dave di sana. Hatinya kalut, tatapannya tertuju pada balkon yang sunyi seperti biasanya. Pintu terbuka, tirai putih yang melambai terkena deru angin malam cukup kencang membuat bulu kuduk merinding.
Clara sedikit limbung, langkah gontai mengantarkan pada ranjang besar di hadapannya. Ia pandangi tiap sisi ranjang yang di balut sprei berwana putih, mengusap lembut dan mengingat kembali satu tahun lalu. Di tempat itu, saksi bisu desah dan rintihan ketika penyatuan dirinya dengan Dave. Tempat dimana ia menyelami mimpi di temani Dave di sampingnya hingga pagi tiba. Kenangan yang memenuhi pikirannya saat ini membuat Clara semakin rindu. Tatapan matanya kembali menelisik ke seluruh ruang kamar dan berhenti pada meja kerjanya. Ada sesuatu di sana dan ia beranjak dari duduknya, mengambil secarik kertas di sana kemudian membacanya.