Talk to you
“Sorry.. Nunggu lama ya Jov?”
“Enggak..” Jawab lelaki itu singkat. Tangannya lalu memutar kemudi dan menginjak pedal gas perlahan kemudian meninggalkan area parkir.
Perjalanan mereka hanya ada kesunyian. Jovan maupun Nathalie sama-sama saling diam, tak seperti biasanya. Dulu hal apapun jadi bahan obrolan keduanya tetapi sekarang terasa canggung. Nathalie jelas banyak diam karena ia sedang memikirkan hal-hal yang berada di sekelilingnya. Entah dengan Jovan, sebenarnya tak ada yang berubah darinya. Masih perhatian seperti biasanya, tetapi diam selama perjalanan itu bukan hal yang biasa ia lakukan.
Jovan masih fokus pada ramainya jalanan ibu kota sedangkan Nathalie berusaha menahan seribu pertanyaan yang tertata rapi di otaknya. Dengan sedikit keraguan dan membeludaknya rasa penasaran pun akhirnya gadis itu memberanikan diri untuk bertanya pada lelaki yang berada di belakang kemudi itu.
“Jovan...”
“Hm?” Seraya menengok kearah Nathalie hingga dua bola mata keduanya saling bertemu.
“E... Helena?”
“Maksud ku, kamu kenal Helena udah lama?” Nathalie melanjutkan kalimat yang belum selesai di ucapkan tadi. Pertanyaan itu seolah-olah ia tak mengetahui apapun perihal hubungan lelaki disebelahnya dengan Helena.
“Iya, kamu juga kenal Helena kan?” Tanya balik dari Jovan.
“Dia temen waktu kuliah..” Jawab Nathalie singkat. Kemudian dua insan ini kembali terdiam.
Jovan terlihat menghembuskan nafasnya, berat. Percakapan keduanya terhenti disitu saja. Nathalie sedikit melirik kearah Jovan, tatapannya tampak menerawang jauh entah kemana walaupun terlihat masih fokus pada kemudinya. Hingga beberapa menit berlalu tiba-tiba Jovan mengatakan sesuatu.
“Helena itu mantanku.”
Singkat, padat dan sangat jelas. Pernyataan lelaki tersebut bak sekumpulan hujan es yang tiba-tiba jatuh dari langit. Jovan akhirnya mengakuinya, ia tak menyembunyikan apapun dari Nathalie. Memang seperti inilah yang di inginkan, gadis itu lebih suka hal yang jujur dan terbuka meskipun menyakitkan. Ia sudah siap. Nathalie sudah siap dengan segala kemungkinan yang ada di depan matanya. Dari awal memang hatinya tak pernah yakin dengan Jovan, lelaki tersebut adalah orang baru baginya bahkan Nathalie tak pernah tau tentang secuil kisah masa lalu Jovan.