Sex in the car

Sebelum Adel akhirnya mengirimkan pesan pada Nico, ia sudah menunggu di area parkir bar selama satu jam. Gadis itu menerima pesan dari teman satu kantornya bahwa kekasihnya sedang berada di bar. Saat itu memang Nico bersama Jovan, teman sekaligus bos-nya. Tetapi lelaki itu tak meminta ijin terlebih dahulu pada Adel. Hingga membuat kekasihnya marah. Terlebih siklus Adel menjelang red days membuat emosi wanita itu sering tidak terkontrol.

Setelah menerima pesan dari kekasihnya, Nico meminta ijin pada bos-nya untuk menemui Adel yang sudah menunggu di area parkir. Sorot matanya langsung tertuju pada mobil sedan berwarna merah yang terparkir di pojok belakang. Area parkir lumayan penuh karena hari itu Sabtu malam.

Nico sedikit berlari kecil kearah mobil merah itu lalu mengetuk kaca pintu disebelah kemudi. Adel menurunkan kaca pintu dan menyuruh lelaki itu segera masuk. Wajah wanita berparas cantik itu nampak cemberut melihat kekasihnya benar-benar sedang minum di bar tanpa ijin darinya.

Babe, i'm so sorry... Gue cuma di suruh nemenin Jovan minum. Mana bisa gue tolak ajakan si bos .” Jelas Nico yang duduk di sebelah kursi kemudi, menghadap kearah Adel dan memegang tangan wanita itu. Berharap kekasihnya tidak marah akibat ulahnya. Namun Adel hanya membisu, di tepiskan tangan lelaki itu lalu melipat kedua tangannya di depan dada.

“Ck....” Decaknya sambil memalingkan tatapannya kedepan. Ia tak mau menatap wajah Nico yang memelas dan mulai merayunya. Benar saja, tak lama Nico memohon kepada Adel untuk memaafkan kesalahannya kali ini. Nico menjelaskan bahwa Ia benar-benar lupa memberi tahu kekasihnya terlebih dahulu.

Sedangkan Adel adalah wanita lemah, yang tak tahan dengan rayuan kekasihnya. Kalimat-kalimat yang di ucapkan lelaki itu bak sebuah magnet, sehingga membuatnya runtuh. Adel menatap kedua bola mata kekasihnya begitu lekat, lelaki itu membalas tatapannya penuh arti. Ia tahu pasti rayuannya selalu berhasil.

Tiba-tiba tangannya menarik kerah baju Nico dan memberi ciuman kasar penuh nafsu. Lelaki itu membalas ciuman menjadi lumatan yang sangat nikmat. Nico tau pasti kekasihnya sedang heat karena menjelang menstruasi. Nafsunya tak bisa di kontrol, bahkan kadang tak tahu tempat. Beberapa kali mereka melakukannya di dalam mobil.

Adel melepaskan ciuman mereka, lalu dengan buru-buru melepas kancing baju serta celana dalamnya. Terlalu mudah baginya hampir membuka bagian tubuhnya agar lebih terekspos di depan Nico, pasalnya ia hanya memakai mini dress diatas lutut dengan aksen kancing di bagian dada. Sehingga sangat mudah memamerkan kedua payudaranya yang montok.

Nico hanya memandangi tingkah kekasihnya yang sedang horny. Ia tersenyum simpul, sangat lucu dan membuatnya bergairah. Setelah Adel melepas celana dalamnya, ia lalu bergegas membuka resleting celana lelaki itu. Nico agak canggung karena area parkir yang lumayan penuh malam itu.

“Adel.. bentar.”

We are in a parking lot. Huh?” Lanjut Nico.

I know.” Ucap gadis itu, tampak tak peduli dengan situasi.

Nico lalu mengatur seat-nya agar mundur kebelakang. Memastikan ia bisa bergerak lebih leluasa. Di tariknya tubuh Adel, wanita itu paham bagaimana tahap selanjutnya. Ia duduk dipangkuan Nico lalu dengan gusar kembali mencium dan melumat bibir kekasihnya. Lelaki itu ikut terbawa suasana dan mulai menikmati ritme yang di ciptakan oleh wanitanya. Tangan kiri Nico ia gunakan untuk memainkan payudara milik Adel, sedangkan tangan kanannya bergerilya kebawah sana untuk memastikan lubang kenikmatan itu sudah basah atau belum.

“Del, punya lo belum terlalu basah. Nanti sakit kalau di paksa.”

“Cepet bikin aku basah Nic!” Pintanya.

Tak perlu berpikir lama, Nico lalu melepaskan kedua jemarinya masuk kedalam lubang vagina kekasihnya.

“Aaahhhh....” Lenguh Adel. Tangannya meremas lengan kekasihnya sangat kuat. Ia merasa sedikit sakit karena vaginanya belum terlalu basah.

“Del, lubang lo sempit banget, gue suka.” Bisik lelaki itu tepat di telinga Adel sehingga membuat libidonya naik dengan cepat. Dua jemari di bawah sana sedang asik mengobrak-abrik lubang kenikmatan kesukaan Nico. Mengocoknya dengan tempo sedang. Bibirnya menciumi leher Adel dan menyesapnya hingga meninggalkan bekas kemerahan.

“Ngghhh.... Ahhhh... ” Desah Adel, membuat kekasihnya semakin bersemangat untuk membuatnya cepat mencapai pelepasannya. Nico mempercepat tempo kocokannya, tangan kirinya meremas payudara gadisnya. Memilin putingnya yang sudah menegang. Lalu ia menyesap dan melumat payudara sintal itu seperti bayi yang sedang menyusu. Tubuh wanita itu menggeliat menahan rasa nikmat di bawah sana.

“Nic, cu-cukup... Ahhhh... Cepat masukin punyamu aja .”

“Aku udah gak tahan Nic, buruan!” Lanjut Adel.

Nico hanya menurut saja, apapun yang di katakan kekasihnya, saat itu juga ia menurutinya. Adel lalu berjongkok, mengarahkan penis besar milik Nico yang sedari tadi sudah menegang dan mengeras. Tangannya menggenggam penis kekasihnya dan menaik turunkan tangannya beberapa kali.

“Ahhh.... Del, enak banget. Cepat masukin.” Ucap Nico yang mulai tak tahan dengan tingkah kekasihnya yang sangat menggoda. Penis besar itu diarahkannya tepat didepan lubang vaginanya yang sudah basah, lalu berbarengan mendorong tubuhnya kebawah agar penisnya masuk dengan sempurna.

“AAAHHHH.....” Lenguhan panjang itu lepas dari bibir Adel. Kedua tangannya bertumpu pada dada bidang Nico, dan pinggulnya ia gerakkan naik turun dengan tempo sedang.

“Uhhh.... Yess! Ahhhh... Enak banget sayang, punyamu selalu sempit.” Rancu Nico di sela-sela permainan panasnya. Lubang surgawi milik kekasihnya itu selalu terasa sempit, menjepit penis besar miliknya, hingga terasa penuh.

Adel terus menaik turunkan pinggulnya, sesekali memutar penisnya dan menghentakkannya kebawah hingga menyentuh titik g-spot nya. Nico meringis kesakitan tiap penisnya di putar dengan gerakan pinggul gadis itu, tetapi ia hanya pasrah.

“Aaahhh... Nggghhh....” desah Adel semakin keras. Dengan cepat bibir Adel di bungkam dengan lumatan agar suara desahannya mengecil. Tangan kiri Nico memegang pinggul kekasihnya dan membantu mendorong gerakan maju mundur. Sedangkan tangan kanannya memilin-milin puting Adel yang memerah dan tegang.

Tiba-tiba Adel melepaskan pagutan keduanya. Ia mendongakkan kepalanya dan tubuhnya sedikit melengkung.

“Ngghhh.... Nic .. ma-u keluaarr .. ahhh.. ahhhh...” Adel terus mendesah tak karuan, ia hendak mencapai klimaksnya.

Wait babe.. Uhhgg .. Aaahhh.. barengan yaa...”

Nico mempercepat gerakan pinggulnya, bibirnya terus melumat payudara kekasihnya dan memainkan putingnya dengan lidah. Tubuh Adel mulai bergetar sebentar lagi mencapai klimaksnya.

“Nic.. aaahhhh .. babe aku keluar .. aaahhhh ...” Tubuh wanita itu menggelinjang dan kakinya bergetar. Tubuhnya ambruk kedalam pelukan kekasihnya. Nico merangkul tubuh Adel, masih membiarkan penisnya tertanam di bawah sana. Jarinya mengusap rambut dan peluh yang menetes di pelipis wanitanya. Tangan satunya mengusap punggung Adel dengan lembut.

“Enak sayang?”

Adel hanya menjawab dengan anggukan saja. Tubuhnya lemas akibat permainan panasnya dengan Nico.

Lelaki itu lalu mengatur duduknya, ia meraih tissue yang terletak diatas dashboard.

“Sini aku bantu bersihin.” Ucapnya lembut, menatap kedua bola mata kekasihnya. Adel menurut saja, pertautan di bawah sana akhirnya dilepaskan perlahan. Sperma mengalir membasahi paha keduanya. Nico dengan tulus membantu membersihkan cairan itu.

“Pakai celana dalamnya. Baju lo di benerin, ayo pulang. Gue yang nyetir.” Ucap Nico yang masih mengusap punggung kekasihnya.

Adel lalu memposisikan tubuhnya agar lebih nyaman. Matanya yang sayu menandakan bahwa ia mulai mengantuk. Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam, Nico sengaja tidak mengajaknya bicara . Ia tahu pasti kekasihnya sebentar lagi akan tertidur. Tangannya mengusap-usap pucuk kepala Adel, dan benar saja, gadis itu perlahan memejamkan mata dan tertidur.