Second chance

nut.. nut... Cklek...

Jeremy awalnya iseng menekan pin pada pintu Smartlock asal. Dan ternyata pin-nya masih sama, Nathalie tidak merubahnya. Lelaki itu masuk ke unit apartemen membawa satu paper bag berukuran sedang. Di dalamnya terdapat beberapa makanan untuk Nathalie. Ia menaruh paper bag tersebut di atas meja makan kemudian mencari sosok wanita yang tak terlihat batang hidungnya.

Ia mencari di sekeliling ruangan namun tak menemukannya. Jeremy lalu masuk ke kamar Nathalie yang tidak di kunci. Perlahan ia melangkahkan kaki menuntun pada ruang yang tampak kosong. Baru beberapa detik setelah sampai di kamar Nathalie, lelaki itu di kagetkan oleh sosok yang keluar dari kamar nandi. Masih lengkap menggunakan handuk yang membalut rambutnya juga bathrobe.

“O-Jer?”

Sorry Nath.”

“Udah lama?” Tanya Nathalie sembari membuka lemari pakaiannya.

“Belum Nath, aku tunggu di luar ya? Sekalian siapin makan.”

“Iya.” Jawab wanita itu singkat.

Jeremy kemudian keluar dari kamar dan menyiapkan makanan yang ia bawa sembari menunggu Nathalie selesai berpakaian. Tak lama wanita itu datang dan menghampiri Jeremy di ruang makan.

Keduanya kini sedang menikmati makan dengan sangat tenang, tidak ada obrolan di dalamnya. Hanya terlihat beberapa kali Jeremy mencuri pandang ke arah wanita itu lalu di balas dengan senyuman saja.

Setelah menyelesaikan aktivitas makan mereka, lalu Nathalie beranjak dari duduknya. Ia hendak membereskan sisa makanan juga alat makan yang berada di atas meja namun di tahan oleh Jeremy.

“Nath, kamu duduk aja. Aku yang beresin ini.” Kata Jeremy.

“Jer, itu kerjaanku. Udah tinggalin aja, nanti aku yang beresin.” Pinta Nathalie pada lelaki itu. Ia berjalan ke arah wastafel untuk mengambil alih yang di lakukan Jeremy namun tetap di tahan olehnya. Lelaki itu memegang tangan Nathalie hingga keduanya bertatapan sangat lama. Dua manik mata mereka saling bertemu dan sama-sama mengisyaratkan sesuatu di antara keduanya. Jeremy tersenyum tipis sembari mengecup singkat pipi wanita yang berada di sebelahnya. Membuat jantung Nathalie berdetak kencang, rasa yang lama ia rindukan kini kembali datang dan menyapa.

“Kamu duduk aja ya Nath, tunggu aku di ruang tengah.”

Wanita itu mengangguk tanda setuju lalu ia berjalan ke ruang tengah meninggalkan Jeremy yang sibuk membereskan alat makan. Beberapa menit kemudian lelaki itu menyusul Nathalie, wanita itu sedang melihat televisi yang ia putar secara acak. Jeremy duduk di sebelah Nathalie kemudian menatap lekat wajahnya tampak sendu.

“Nath, aku mau ngomong sesuatu.” Kata Jeremy lirih. Tangannya merapikan beberapa helai rambut lalu menyelipkan di belakang telinga wanita itu.

“Hm? Ngomong aja Jer..” Jawabnya pelan.

Lelaki itu menghembuskan nafasnya pelan lalu mulai berbicara pada Nathalie.

“Nath, Helena bilang mau balikan sama Jovan.”

“Iya, aku udah tau dari Adel.” Jawabnya singkat.

“Kamu sama Jovan gimana?” Tanya Jeremy pada wanita itu. Ia menatap lekat wajah Nathalie yang terlihat sendu.

“Gak gimana-gimana.” Jawab Nathalie sembari memalingkan tatapannya dari Jeremy, ia kembali fokus pada layar televisi.

“Nath..” Tiba-tiba lelaki itu mengenggam erat tangan Nathalie.

“Jer, udah lah. Aku gapapa, aku bisa se—” Tanpa aba-aba Jeremy mencium bibir Nathalie. Perlahan dengan lembut, tidak ada penolakan dari wanita itu. Nathalie terbawa suasana yang di ciptakan oleh Jeremy hingga menikmati setiap decapan. Menit kemudian Nathalie mendorong tubuh Jeremy dan melepaskan pagutan keduanya.

“Nath, aku kangen...” Ucap Jeremy lirih sembari mengusap pipi wanita itu. Lalu Jeremy menarik tangan Nathalie, di bawanya masuk ke dalam pelukan.

Satu pelukan penuh dengan kerinduan itu terasa hangat. Jeremy mungkin tengah berpikir bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan Nathalie lagi. Sedangkan Nathalie terus mengumpulkan serpihan kenangan yang hampir ia lupakan. Setelah puas dengan saling menyalurkan kehangatan, Jeremy-pun berpamitan untuk pulang.

“Nath, aku pulang ya? Abis ini mau ker RS.” Ucapnya sembari mengusap lembut pucuk kepala Nathalie.

“Iya Jer. Mudah-mudahan mama cepat pulih ya.”

“Iya Nath, makasih.” Balas Jeremy kemudian meninggalkan unit apartemen milik Nathalie.