Remember me?

Part. 10 Cold Blooded

Clara mencoba menutup matanya namun gagal. Jika saja ia bisa tidur, Clara ingin segera tidur dan bermimpi. Suhu pendingin udara di dalam ruang tersebut buktinya tak sanggup mendinginkan tubuhnya. Sempat beberapa kali mencari posisi yang nyaman pada tapi sia-sia. Wanita itu-pun bangun, tanpa alas kaki ia berjalan keluar dari ruang kamarnya.

Pandangan matanya masih kabur, langkah kakinya gontai. Bahkan ia keluar tanpa membawa cardlock. Clara berjalan pelan tak tau arah, satu tangannya bertumpu pada dinding untuk menopang tubuhnya. Di dalam pikirannya saat itu hanya ingin mencari udara segar.

Baru beberapa langkah, Clara berhenti. Ia sandarkan tubuhnya pada dinding dan memejamkan matanya sebentar. Kepalanya masih pusing dan terasa berputar. Tiba-tiba suara yang tak asing di telinganya menyerukan suara lirih di dekatnya.

Are you oke?

Clara membuka matanya perlahan dan mengusapnya untuk memastikan ia tidak salah lihat kali ini.

“Dave...” Ucapnya sembari memegang tangan lelaki itu.

“Kamu pakai kamar Yohan? Ayo aku bantu, mana cardlock-nya.” Kata Dave, ia sempat memegang dua lengan wanita itu karena hampir terjatuh. Sedangkan Clara menggelengkan kepalanya, ia tak membawa apapun selain tubuhnya sendiri. Memang terlihat konyol, tapi ini Clara dan ia sedang di bawah pengaruh alkohol.

Lamat-lamat dari kejauhan suara beberapa orang sedang bersenda gurau yang berjalan ke arah mereka. Sedangkan posisinya sekarang berdua dengan Clara, dan sang puan dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Dave bergerak cepat membuka pintu kamarnya dan membawa tubuh Clara, menggendongnya ke dalam kamar. Dave berpikir jika gerombolan orang itu adalah bawahannya, ia tidak mau image-nya menjadi buruk akibat kesalahpahaman.

Dave menggendong Clara seperti bridal dan merebahkan tubuh wanita itu di atas ranjang besar. Tangan Clara yang semula melingkar di perpotongan leher Dave, kini meremas dan menarik kemeja Dave.

“Dave...” Suaranya lirih, nafasnya berhembus di telinga lelaki itu.

Dave perlahan melepaskan tangan Clara, mengusap pipinya beberapa kali. Dalam hitungan detik, bak seperti sihir dan akhirnya wanita itu tertidur. Ajaib! Dave menarik selimut hingga menutupi hampir seluruh tubuh Clara, kemudian ia duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang tidurnya. Ia menatap lamat sosok wanita bernama Clara.

Dave mencoba mengingat kembali masa lalunya namun gagal. Ia sama sekali tidak mengingat apapun. Wanita itu merasa mengenal dirinya namun Dave sama sekali tidak. Hingga pagi menyingsing Dave masih terjaga di sana, mengamati setiap inci raut wajah Clara sembari meminum wine. Entah sudah berapa botol yang ia habiskan malam itu.