Midnight
Malam ini Nathalie tak sendiri, ia memang butuh teman untuk sekedar ngobrol bahkan mungkin untuk menghibur dirinya. Adel tau pasti keadaan Nathalie saat ini, jelas sangat sulit untuk di ungkapan dengan kata-kata. Sebisa mungkin ia akan ada disaat Nathalie membutuhkannya.
Setelah selesai dengan makan malamnya dan acara televisi yang cukup membosankan kemudian dua sahabat ini berpindah ke kamar. Pukul 00:00 keduanya masih sibuk bercengkerama di atas tempat tidur sambil masing-masing memainkan ponselnya. Televisi di dalam kamar Nathalie pun masih menyala walaupun dalam keadaan ruangan yang gelap. Bukannya cepat tidur tetapi Adel malah membuka sesi curhat lebih tepatnya.
“Nath, jujur deh.. Gimana perasaan lo ke Jovan?” Tanya Adel sambil membalas pesan singkat dari Nico, sekali ia melirik ke arah Nathalie yang berada di sebelahnya.
“Perasaan gue sekarang? Gak tau Del....”
“Ihhh.. Gue tanya serius Nath...!”
Nathalie terkekeh, lalu menoleh ke arah Adel. Ia kemudian meletakkan ponselnya diatas nakas.
“Gue suka sama Jovan, di balik sikapnya yang kadang nakutin, dia bisa soft juga. Beberapa kali gue luluh sama dia...”
“Ooh......”
“Jeremy? Sekarang gimana perasaan lo ke dia?” Kali ini pertanyaan ke dua dari Adel.
“Gue jelas masih sayang sama dia, lima tahun Del.. Bukan waktu yang singkat. Dia juga sempat jadi calon ayah dari anak gue. Hm, tapi sayang.. Dia pergi lebih dulu...”
Pandangan mata Nathalie kembali menerawang jauh entah kemana. Setiap ia mengingat saat jatuh dari tangga, hatinya pun ikut runtuh.
“Nath, lo harus ikhlas... Udah yaa, tidur yok...”
“Mana bisa gue tidur, lo kalau mau duluan gapapa...”
“Oya, gue balik tanya boleh dong...” Ujarnya sembari tersenyum ke arah Adel.
“Apaan?” Sambung Adel terkekeh sambil mendorong lengan Nathalie.
“Lo sejak kapan pacaran sama Nico? Udah lama?”
“Baru jalan hampir dua tahun...”
“Wow... Lumayan lama juga, anyway temen kuliah atau—”
“Di kenalin sama Jovan... Nath, tidur yuk... Gue besok pagi-pagi ngantor...” Pinta Adel sedikit merengek sembari menggoyangkan tubuh Nathalie.
“Ya udah lo tidur duluan gapapa, ntar kalau gue ngantuk juga pasti tidur...”
Adel kemudian memposisikan tubuhnya lebih nyaman lagi, menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya dan memejamkan matanya.
Sedangkan Nathalie masih tetap terjaga hingga tigapuluh menit berlalu, ia raih ponsel di sebelahnya ketika ponselnya bergetar menandakan ada pesan yang masuk.