Kopi

“Nath...”

Suara itu membuyarkan lamunan Nathalie ketika beberapa menit yang lalu ia melihat Jovan dan Helena yang keluar dari ruangan secara bersamaan.

“Hm?”

“Di makan dulu...”

“Aa.. Iya Jer...”

Yang tersisa di dalam ruangan tersebut hanya tinggal Jeremy dan Nathalie saja. Nico meninggalkan makan malam tersebut setelah menerima pesan dari kekasihnya, sedangkan Tristan menerima telepon dari relasinya cukup lama. Sejak sepuluh menit yang lalu dan kakaknya belum juga kembali.

Dua insan ini seperti mendapat kesempatan untuk berbicara lebih intens walaupun yang di bahas hanyalah hal yang biasa saja.

“Nath, kamu masih sering minum kopi?”

“Aku gak bisa hidup tanpa kopi Jer...” Jawab Nathalie dengan senyum yang mengembang. Pertanyaan yang sepele tetapi cukup membuat mood gadis itu netral kembali.

“Jer, harusnya kamu yang kurang-kurangi minum kopi...” Timpal gadis itu.

“Loh sama, aku juga gak bisa hidup tanpa kopi...” Balas Jeremy, di sambut dengan gelak tawa keduanya serasa tak ada beban sedikitpun. Hingga suara gesekan pintu kembali membuyarkan mereka berdua. Jovan dan Helena kembali ke ruangan tersebut bersama-sama. Terlihat Jovan sedikit sibuk dengan ponselnya, jarinya lincah mengetik sesuatu disana. Seperti sedang mengirimkan pesan.