jiggle balls
For long au; Obsession
Nathalie bergegas keluar dari apartemen, menuju area parkir di depan gedung. Kekasihnya, Jeremy sudah menunggu disana. Mereka berdua hendak menonton film di bioskop, lebih tepatnya film kesukaan Nathalie.
Wanita cantik bertubuh sintal itu menghampiri kekasihnya yang berada di dalam mobil Audi hitam yang terparkir tak jauh darinya. Ia sedikit berlari kecil dengan tangan memegang dress nya bagian bawah karena mengembang tertiup angin. Nathalie lalu masuk kedalam mobil, mendapati sang kekasih masih asik memainkan game dalam ponselnya.
“Yuk Jer... Udahan main gamenya.” Rengeknya sambil menarik Hoodie milik Jeremy. Lelaki itu lalu meletakkan ponselnya lalu menatap wajah cantik kekasihnya dan tersenyum simpul.
“Bola yang tadi mana? Kamu bawa?”
Nathalie merogoh isi dalam tasnya dan mengeluarkan dua bola mungil itu lalu memberikannya pada Jeremy. Wanita di sebelahnya masih penasaran dengan dua bola kecil yang di hadiahkan kepadanya.
“Nath, lepas celana dalamnya.”
“Hah? Jangan aneh-aneh deh Jer, kita mau nonton film.” Pinta Nathalie, ia tak suka jika kekasihnya mulai iseng dengan alat atau sex toys untuk menggodanya.
“Katanya tadi kamu mau tau ini fungsinya apa?”
“Tapi kenapa harus lepas celana? Gak mau ah Jer!” Nathalie bersungut, ia benar-benar tak mau menuruti kemauan Jeremy. Wanita itu tau kelakuan nakal kekasihnya. Pasalnya ia akan menonton film yang sudah lama ditunggu dan tak mau ada yang menggangu.
“Kalau kamu gak mau lepas celana, mending cancel aja.” Ucap lelaki itu dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
“Jer! Ih ngeselin!”
Wanita itu akhirnya melepas celana dalamnya. Ia memandang wajah Jeremy yang tersenyum nakal kearahnya. Tangan lelaki itu lalu meraih tengkuk Nathalie, mendorong kearahnya dan mulai menciumi bibir kekasihnya. Nathalie sedikit berontak tetapi ia tak lebih kuat dari Jeremy. Detik selanjutnya, ia terbawa dan mulai menikmati ciuman lembut yang berubah menjadi lumatan yang sedikit kasar.
Jemari lelaki itu meraba dan meremas payudara Nathalie dari luar. “Mmpphh....” Desahnya pelan, lalu ia melepaskan pagutan keduanya. Jeremy menatap lekat kedua bola mata kekasihnya . Sedangkan wanita itu, mencoba mengatur nafas yang mulai tak beraturan. Tiba-tiba tangan Jeremy mulai meraba paha mulusnya, dan mulai masuk kedalam sana. Jantung Nathalie berdegup semakin kencang.
“Jer! Cukup!” Nathalie menahan tangan kekasihnya agar berhenti.
“Iya tau.. kita mau nonton kan? Coba sini aku cek udah basah apa belum?”
Tiba-tiba Jeremy memasukkan jarinya di sela paha Nathalie dan merasakan ada cairan keluar di bawah sana.
“Udah basah ya sayang? Sini aku pakaikan.”
Jeremy mengambil dua bola mungil itu, memasukkan kedalam mulutnya agar basah. Tangannya merenggangkan kedua paha Nathalie, dan memasangkan jiggle balls kedalam lubang vaginanya.
“Nggghhh .. aahhh ..” desahnya kala dua bola itu masuk dan tertanam disana. Tangan kanan Nathalie meremas lengan kekasihnya, sedangkan tangan kirinya mencengkeram dashboard di depannya. Ia tampak resah, dua bola itu mengganjal dan membuatnya tidak nyaman. Semakin ia banyak bergerak bola itu akan ikut bergerak dan sesekali mengenai titik g-spot, sehingga otomatis membuat lebih berpeluang mencapai orgasme.
“Jer, aku gak bisa begini. Filmnya dua jam, aku gak akan bisa...” Rengeknya. Terapi lelaki itu tak mempedulikannya. Ia malah terkekeh seperti mendapatkan mainan baru.
“Jangan banyak gerak ya sayang .. harus tahan sampai film selesai. Bahaya kalau kamu keluar pas lagi di tengah-tengah filmnya.”
“Tenang, aku pelan kok bawa mobilnya.” Lanjut Jeremy.
Ia lalu mengendarai mobilnya perlahan. Di dalam perjalanan, Nathalie hanya diam saja, ia terus meremas bajunya sendiri. Wanita itu merasa sangat tersiksa, namun ketika dua bola itu menyentuh titik g-spot-nya akan terasa nikmat. Ia gerakkan pinggulnya berharap bisa duduk lebih nyaman. Tetapi tidak, justru bola-bola itu terus menyentuh g-spot miliknya. Kaki Nathalie bergerak resah dan sesekali meremas lengan Jeremy.
Perjalanan yang mereka tempuh kurang lebih selama 20 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah bioskop. Hari itu pengunjung tak terlalu ramai karena weekday. Biasanya mereka berdua menonton film pada hari Sabtu atau Minggu, tetapi karena Jeremy akan berangkat keluar kota, mereka memutuskan menonton film sebelum hari keberangkatannya.
Jeremy turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk kekasihnya. Ia pegang tangannya, membantu Nathalie turun dari mobil . Wanita itu semakin gelisah, ia meremas dress-nya dan menatap Jeremy dengan wajah memelas seakan memohon untuk menyudahi permainannya. Jeremy yang tau akan hal itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
Lelaki tampan itu setia menggandeng tangan Nathalie, sebagai pelampiasan gadis itu sesekali meremas tangan Jeremy jika terasa dua bola mungil itu bergerak membuat kakinya bergetar. Ia merasa seperti tidak sanggup berjalan .
“Duduk sini dulu, aku beli popcorn sama minum ya..”
Nathalie hanya mengangguk, wajahnya sedikit memerah dan ia terus menggerakkan pinggulnya karena rasa yang tidak nyaman. Jeremy menenteng popcorn dan Coca-Cola di tangan, lalu kembali menghampiri tempat duduk kekasihnya.
“Sayang... Udahan ya? Aku gak tahan...” Nathalie benar-benar memohon agar melepaskan bola itu.
“Tahan sayang, yuk masuk. Aku bantu, jalannya pelan-pelan.”
Lelaki itu dengan sabar membantunya berjalan. Karena sedikit pengunjung, tiba-tiba muncul kelakuan iseng Jeremy. Tangannya menampar bokong wanitanya, sontak Nathalie kaget dan mendesah karena bola di dalamnya bergerak menabrak g-spot miliknya.
“AAHHH....” erangnya. Jeremy bergerak cepat memeluk tubuh kekasihnya dan mengusap punggungnya perlahan.
“Jer... Jangan siksa akuu...” Bisiknya pelan, kakinya bergetar dan mulai lemas. Sedangkan kekasihnya nampak tenang dan tertawa kecil melihat Nathalie sangat gelisah.
Setelah mendapatkan tempat duduk mereka, tak lama film dimulai. Nathalie tak bisa fokus melihat film itu, lelaki di sebelahnya terus memperhatikan gerak gerik kekasihnya. Film baru dimulai sekitar 40 menit, tiba-tiba Nathalie mengajaknya pulang. Ia benar-benar tidak kuat menahan setiap pergerakan dua bola kecil didalam lubang vaginanya.
Jeremy menuruti kemauan wanitanya, setelah sampai di dalam mobil. Lelaki itu berniat memulai kembali permainannya. Ia menurunkan sandaran pada seat di mobilnya, lalu menyuruh Nathalie membalikkan tubuhnya. Kedua tangan Nathalie bertumpu menahan tubuhnya.
“Sayang, tahan ya.. jangan teriak, kita masih di area parkir.” Jelasnya.
Tanpa aba-aba, Jeremy mengepalkan tangannya lalu menumbuk bagian belakang milik Nathalie.
“Ngghhh....” Lenguhnya, ia menahan desahan saat dua bola itu menyentuh g-spot miliknya. Jeremy terus mengulanginya secara perlahan.
“Aahhh....” Desahannya keluar begitu saja, sejujurnya Nathalie merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tangan kiri lelaki itu menerobos masuk kedalam baju kekasihnya, mendapati dua gundukan payudara yang sintal. Ia memainkan dan memutar-mutar putingnya yang sudah mengeras. Tangan kanannya masih bergerak menumbuk bagian belakang milik Nathalie .
“Aahhh Jer... Aku mau keluar...” Rancu wanita itu setelah merasakan hendak mencapai pelepasannya. Hentakan kedua benar-benar Nathalie mengeluarkan cairan kenikmatan dibawah sana .
“AAHHHH......” Desahnya panjang. Tubuh dan kakinya bergetar. Jeremy mengusap-usap punggung Nathalie dengan lembut, membiarkan gadisnya itu mengatur nafasnya perlahan-lahan .
“Enak sayang? Aku lepas ya?”
Nathalie hanya mengangguk pelan. Lelaki itu lalu merogoh lubang vagina milik kekasihnya, menarik dua bola mungil yang sedari tadi tertanam di bawah sana. Jeremy kemudian membantu membersihkan cairan yang mengalir membasahi kedua paha gadis itu dan membantunya memakaikan celana dalamnya.
Jeremy memeluk erat tubuh kekasihnya, mengecup kening Nathalie dan mengusap punggungnya.
“Sayang.. besok aku berangkat ya? Kamu gak usah nganterin aku ke bandara, penerbangannya pagi banget jam 7 .”
“Jangan lama-lama, nanti aku kangen....”
“Gak lama kok sayang... Jangan nakal yaa kalau aku tinggal...”
Wanita yang berada dalam pelukannya itu hanya menganggukkan kepala perlahan, seakan ia tak rela di tinggal kekasihnya. Ucapan Jeremy seakan penuh makna. Apakah itu sebuah firasat? Semoga tidak terjadi hal yang buruk pada hubungan mereka berdua. Lelaki itu sangat mencintai Nathalie.
Nathalie adalah dunia dan candu bagi Jeremy.