Transylvania
Part. 1 Cold Blooded
Cluj-Napoca

Cluj-Napoca (Hongaria: Kolozsvár ) [7] , sebagai ibu kota wilayah bersejarah Transylvania , adalah salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di Rumania . Kota dengan 324.576 orang ini sangat menyenangkan, dan tentunya merupakan pengalaman yang luar biasa bagi mereka yang ingin melihat kehidupan perkotaan Transylvania yang terbaik. Seiring dengan santapan yang lezat, kegiatan budaya yang luar biasa, warisan sejarah yang indah dan suasana yang luar biasa, kota ini pasti tidak akan mengecewakan mereka yang menambahkannya ke dalam rencana perjalanan mereka. Apa lagi fakta bahwa Cluj (sebutan singkatnya) sangat mudah diakses dan dijelajahi
Hoia Baciu

Hutan Hoia (bahasa Rumania: Pădurea Hoia; bahasa Hongaria: Hója-erdő) adalah hutan yang terletak di sebelah barat kota Cluj-Napoca, dekat bagian terbuka Museum Etnografi Transylvania, Rumania.
Transylvania adalah daerah yang jadi tempat di mana salah satu makhluk paling menyeramkan sepanjang sejarah tinggal. Ya, Vampire yang tinggal di kastil Bran, namun yang jelas Hoia Baciu semakin menambah kesan seram kota Transylvania. Menurut legenda, Hutan Hoia konon adalah hutan berhantu dengan berbagai fenomena mistis yang sering ditemui.
Tempat ini sering dijuluki Segitiga Bermuda versi darat karena memiliki keanehan yang sama. Hoia Baciu dikenal sebagai tempat di mana ketika kita masuk, maka takkan bisa keluar lagi. Tak hanya disebut Segitiga Bermuda daratan, Hoia Baciu juga dikenal sebagai hutan di mana kita bisa menemukan lubang waktu. Orang-orang percaya jika di suatu tempat di pusat hutan, ada sebuah gerbang gaib yang bisa tembus ke waktu dan dimensi berbeda.
Clara Emiliana tinggal di sisi barat kota Cluj-Napoca setelah memutuskan untuk hidup terpisah dengan orang tuanya. Kini ia menempati sebuah rumah berukuran sedang di antara hutan Hoia Baciu dan lapangan berkuda Echitatie Calarie.
Rumah dengan dua lantai, di lengkapi satu kamar utama yang cukup besar dan luas. Melalui jendela bagian depan akan di suguhkan pemandangan lapangan berkuda nan hijau dan asri. Kemudian di bagian belakang, Clara dapat menikmati pemandangan hamparan hutan Hoia Baciu melalui balkon. Menurut mitos masih ada makhluk vampire yang menghuni hutan tersebut. Entah benar atau tidak, Clara sudah merasa sangat nyaman tinggal di rumah antik itu. Hingga tidak mempermasalahkan lokasi yang berjarak tak jauh dari hutan Hoia.
Musim dingin yang berlangsung di Cluj-Napoca selama 3,4 bulan, dari 23 November sampai 3 Maret, dengan suhu tertinggi harian rata-rata di bawah 8°C. Membuat Clara enggan bepergian, bahkan untuk menengok Cafe Marrakech miliknya. Bulan terdingin dalam setahun ini, ingin ia gunakan berlama-lama di rumah baru dan mencari inspirasi untuk tulisannya.
source: -Wikipedia, Wikitravel -Correcto (Ekel Suranta Sembiring)