h0rny – LTY

Tristan x Laura

Pukul 05:30 Tristan tiba di kediamannya. Ia memarkirkan mobilnya di garasi, lalu masuk melalui pintu depan terlihat rumah tampak begitu sepi.

Perjalanan luar kota yang sangat melelahkan ia tempuh pada malam hari. Bukan tanpa alasan, pesan singkat dari sang istri membuatnya buru-buru ingin segera pulang ke rumah. Maklum saja, dua insan ini adalah pasangan pengantin baru. Tentu saja hasratnya sanggat menggebu.

Sebelum tiba di kamarnya, Tristan menaiki tangga untuk menuju lantai dua. Terlihat foto pernikahan mereka terpampang jelas menempel di dinding bersebelahan dengan tangga. Ia berhenti sejenak untuk mengamati foto tersebut lalu tersenyum. Tak lama Tristan kembali mengayunkan langkah menuju kamar.

Ia membuka pintu kamarnya sangat pelan, terlihat sosok Laura yang masih tertidur pulas dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Pendingin udara terasa menusuk hingga tulang, tentu saja Tristan butuh kehangatan dari istrinya.

Setelah meletakkan tas, handphone serta arloji di atas nakas, ia kemudian merangkak naik ke atas tempat tidur. Laura sama sekali tidak terusik, gadis itu hanya sedikit bergerak pun menyamankan kembali posisi tidurnya.

Tristan yang sudah tidak sabar, melihat kemolekan sang istri yang hanya menggunakan tanktop crop dan celana dalam saja membangkitkan nafsu lelaki tersebut. Ia memeluk tubuh Laura dari belakang, wajahnya menempel pada ceruk leher sang istri dan menghembuskan nafas yang sedikit berat.

Tak perlu lama, Laura menyadari ada sepasang tangan yang sedang melingkar di perutnya. Ia mengusapnya perlahan sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Sayang kamu udah pulang? Cepet banget, katanya lusa?”

I miss you babe... I will make you moan my name....” Ucapnya sambil menggigit manja telinga istrinya.

Laura tersenyum simpul lalu membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan sang suami. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mengusap pipi Tristan, ia hanya memastikan yang di hadapannya kini benar-benar suami yang ia rindukan.

I miss you babe...” Ucap Laura seraya mendaratkan satu kecupan di bibir Tristan tanda ia benar-benar rindu kepadanya.

“Gimana rasanya ditinggal seminggu?” Tanya Tristan dengan nakal tangannya sudah menerobos masuk kedalam tanktop crop-nya dan menemukan dua gundukan payudara milik Laura.

I hate playing alone with a vibrator! I want more of your dick, babe...

Mata sayu sang istri adalah kode bahwa ia butuh sentuhan dari Tristan. Bayangkan saja satu minggu tanpa sentuhan suaminya membuat Laura kerap kali merasakan sakit kepala juga emosi yang naik turun.

“Ooh.. Okay! My dick is yours...

Tristan lalu mendaratkan ciuman berkali-kali di kening, mata, pipi kemudian terakhir di bibir ranum milik Laura. Ciuman yang penuh dengan kehangatan, lama kelamaan menjadi lebih menuntut. Nafsu yang kian membuncah.

Di sela-sela ciuman panas tersebut, jemari Tristan sudah menjamah di bawah sana. Menembus celana dalam yang di kenakan Laura lalu menyentuh bibir vagina yang sudah lembab dan basah.

“Udah basah aja sayang...”

Laura tersipu malu mendengar perkataan suaminya. Ia lalu meraih tengkuk lelaki tersebut dan kembali melanjutkan ciuman panas. Jemari Tristan sibuk mengobrak-abrik lubang vagina milik istrinya. Ia memasukkan dua jari sekaligus dan menggerakkan secara perlahan. Laura memejamkan kedua matanya tanda menikmati permainan di bawah sana. Pagutan keduanya pun terlepas, Laura mendongakkan kepalanya sembari meremas lengan Tristan. Sungguh nikmat, ini yang di rindukan oleh Laura saat tak bersama suaminya selama satu minggu.

Leher jenjang milik Laura tampak menggoda, tak di sia-siakan oleh Tristan. Ia ciumi juga membuat kissmark hingga merah kebiruan.

“Mmphh...” Lenguhan pun lolos dari bibir Laura, tubuhnya mulai menggeliat merasakan dua jari Tristan yang masih sibuk mengocok lubang kenikmatan miliknya.

“Nghh.. Aahh... Fasterr babe...”

“Aahh... Di situ sayang, enakhh.. Aahh...”

“Disini?” Tanya Tristan sambil menekan kuat jarinya kedalam sana.

“Aahh... Iya sa-yanghh.. Mau cum...”

Lubang vagina gadis itu mulai mengetat, menjepit dua jari milik Tristan tanda pelepasan yang pertama hendak sampai pada puncaknya. Tangan Laura meremat makin keras lengan suaminya sembari mendongakkan kepala dan mendesah kencang saat melepaskan cairan putih dari dalam lubangnya.

“Aaahhh...”

“Enak sayang? Huh?” Goda Tristan pada istrinya sembari mengecup bibirnya.

Laura pun mengatur nafasnya yang tak beraturan sambil membantu Tristan melepas baju juga celananya hingga benar-benar telanjang. Ia tau pasti Tristan pun juga ingin segera memasukkan penisnya ke dalam lubang surgawi.

“Kamu mau diatas atau di bawah?” Tawar Tristan sambil mengelus-elus bokong sintal milik Laura.

I want to WOT babe...

it's oke.. Anything you want.

Laura lalu naik keatas tubuh Tristan. Dengan sengaja gadis itu menggesekkan lubangnya pada penis Tristan yang sedari tadi sudah tegang dan mengeras membuat lelaki tersebut mengerang.

“Ughh.. Babe.. Come on!

Dengan senyum seringai di terlukis jelas di bibir Laura, gadis itu pun meraih penis Tristan, mengelusnya beberapa kali hingga keluar cairan pre-cum sebelum akhirnya melesatkan pada lubangnya sendiri.

“Nghhh.. Aaahh....” Desahan Laura pun lepas begitu saja. Dengan lincah gadis itu menggoyangkan pinggulnya dengan tempo sedang. Ia ingin menikmati penis besar milik suaminya yang selalu memuaskan nafsunya.

Dua tangan Tristan tak tinggal diam, ia raih payudara sintal milik gadis itu dan memainkannya. Sesekali melumat dan menyesap puting susu milik Laura secara bergantian antara kanan dan kiri. Jemarinya pun ikut memilin puting milik Laura yang mencuat kencang.

“Aaahh... Tris-tannhh... Gak ku-athhh...”

“Mau cum lagi sayang? Huh?”

Laura tak menjawab, hanya menganggukkan kepala saja. Matanya terpejam, pinggulnya mulai bergerak cepat tanda ia akan mencapai klimaks untuk ke dua kalinya.

Wait me babe... Ughhh...

Tristan lalu membantu Laura dengan memegangi pinggulnya dan menggoyangkan dengan tempo lebih cepat. Terasa vagina milik Laura mulai mengetat dan berkedut, berbarengan dengan penis Tristan yang membesar memenuhi lubang yang terasa makin sesak.

“Tristanhhh.. Ahhh.. Fuck!

Hentakan ketiga keduanya sama-sama mencapai pelepasannya.

“Aaaahhh....”

“Ouwhhh....”

Keduanya mendesah kencang bersamaan. Tubuh Laura pun tumbang diatas dada bidang milik suaminya. Ia memejamkan matanya dan mulai menetralkan nafasnya.

“Udah enakan sayang?” Tanya Tristan sambil mengusap pucuk kepala istrinya lalu mengecupnya lembut. Dan hanya di jawab dengan anggukan kepala saja.

“Mandi bareng yuk... Aku siapin air hangat di bathup dulu.”

Laura masih saja menjawab dengan anggukan kepala dan senyum simpul di bibirnya.

I love you Tristan...”

I love you too, babe...”