Got you pt.2
Special Halloween
Suasana makan malam terasa lebih hangat ketika Jordan ikut bergabung dengan keluarga Nada. Meskipun kali pertama tetapi kedua orang tua Nada sudah sangat akrab dengan Jordan. Lelaki yang berhasil mencuri hati Nada ini memang sangat humble, dengan senyum yang selalu lekat di wajahnya membuat Jordan terlihat seribu kali lebih tampan dari biasanya.
Di tengah aktivitas menikmati santapan malam itu sesekali Jordan mencuri-curi pandang ke arah gadis yang ada di hadapannya dan di balas dengan kode-kode nakal oleh Nada. Gadis itu meraba kaki jenjang Jordan menggunakan ujung kakinya, mulai dari betis lalu naik ke lutut hingga bagian paha Jordan hingga membuat lelaki itu merasa resah. Ia tak menyangka Nada yang terlihat seperti gadis polos pada umumnya ternyata cukup liar menggodanya di tengah makan malam bersama keluarga gadis itu.
Tak berapa lama setelah menyelesaikan makan malam, orang tua Nada menyiapkan keperluan untuk barbeque di halaman rumahnya. Jordan sudah mengenakan kostum polar bear dengan syal berwarna merah yang melingkar di lehernya terlihat sangat lucu. Awalnya Jordan ikut membantu menyiapkan bahan-bahan untuk hidangan barbeque namun ketika lelaki itu terlihat kesusahan karena kostum yang di ia kenakan, papa Nada menyuruhnya duduk di dalam saja agar menemani Nada dan Nando melihat tayangan di televisi.
Nando fokus dengan menyaksikan film cartoon kesukaannya sembari menyantap camilan yang ia dekap sedari tadi. Jordan duduk diatas sofa dan masih mengenakan kostum polar bear yang sedikit membuatnya gerah. Lalu apa yang sedang di lakukan Nada? Gadis itu mondar mandir di depan Jordan mencari perhatian lelaki yang sedari tadi mengamatinya. Nada memang sengaja memancing Jordan, ia hanya mengenakan tanktop warna hitam dan mini skirt dengan warna senada. Lekuk tubuh gadis itu sangat sexy dan menggoda, tetapi Jordan yang secara terang-terangan di pancing birahinya oleh Nada mencoba tenang meskipun kejantanannya sedang tidak baik-baik saja.
Tak lama, Nando meminta kakak perempuannya untuk mematikan lampu utama agar lampion-lampion berbentuk labu itu lebih terlihat menyala. Nada pun menuruti permintaan adiknya, ia mematikan lampu utama dan terlihat ruang tengah menjadi gelap. Hanya beberapa sudut ruangan saja yang terlihat sedikit terang.
Sudah sangat gerah dengan tingkah Nada juga suasana gelap sangat mendukung untuk melakukan aksi nakalnya, Jordan menarik tangan gadis itu hingga tubuhnya ambruk diatas pangkuannya. Bokong Nada menempel tepat diatas kepunyaan Jordan yang sudah menegang dan keras. Gadis itu merasakan tonjolan penis Jordan di balik kostum polar bear yang mengganjal di sela bokongnya.
Bukan Nada namanya jika tidak usil, gadis itu sengaja menggesekkan miliknya dengan kepunyaan Jordan hingga membuat lelaki itu sedikit mengerang.
“Eghh... Nad, nanti di liat Nando.”
Gadis itu seakan tuli, ia tak peduli dengan ucapan Jordan malah semakin gencar memutar pinggulnya dan menukik, menekan kepunyaan Jordan membuat sang empu meringis kesakitan.
“Na-d... Sakit tau...”
Nada hanya terkekeh. Tak mau kalah dengan gadis yang ada di pangkuannya, Jordan menarik tubuh Nada agar lebih menempel padanya dan memudahkan tangan lelaki itu bergerilya untuk membalas kekasihnya. Tangan nakal di balik kostum berwarna putih itu meremas payudara Nada dari belakang, sedangkan tangan satunya menjamah bagian bawahnya.
“Babe... Do you like a dare?” Bisik Nada lirih.
“Ha? What is this?“
Nada mengambil gunting di dalam laci kemudian merobek kostum polar bear pada bagian bawah.
“Nad! Ini aku sewa loh, kenapa di rusak?”
“Ssssttt....” Sembari menempelkan jari telunjuknya pada bibir Jordan. Nada berubah menjadi sangat binal malam itu, ia melepaskan celana dalamnya hingga lutut dan siap memacu adrenalin di ruang tengah yang cukup terbuka itu. Nada meloloskan kepunyaan Jordan yang sudah mengacung, mengusap perlahan lalu mengarahkan pada miliknya.
“A-ahh...” Desahan lirih yang tertahan itupun lolos dari bibir Nada. Pinggulnya naik turun sangat lincah dengan tempo sedang dan sesekali ia hentakkan bokongnya hingga penis besar milik Jordan itu terasa mentok. Dua tangan lelaki itu memegangi pinggul Nada, membantu menggerakkan sesuai tempo.
Nada merasakan nikmat luar biasa ketika penis kekasihnya ini berkali-kali menabrak titik g-spot miliknya. Desahan-desahan lirih terdengar samar tertutupi oleh suara televisi. Jordan sesekali melirik ke samping, dalam hatinya sangat was-was. Ia takut jika mama atau papa Nada masuk ke ruang tengah lalu menyaksikan dirinya dan gadis itu tengah bermain gila secara terang-terangan. Baru saja setengah jalan dua sejoli ini mengejar kenikmatan, tiba-tiba terdengar suara sang mama sayup-sayup memanggil Nando.
“Nando.. Ini udah matang...”
“Ya maaaaa....”
Seketika Nada menghentikan aktivitasnya. Nafasnya terengah-engah, kakinya pun bergetar ketika ia hendak menjemput pelepasannya tetapi malah suara sang mama membuyarkan konsentrasinya.
Nando lalu beranjak dari duduknya dan hendak menyusul orang tuanya yang berada di halaman untuk menyantap barbeque. Sebelum akhirnya keluar dari ruang tengah, Nando berhenti dan memperhatikan kakak perempuannya yang duduk diatas pangkuan polar bearnya.
“Kak, kenapa polar bear Nando di dudukin?”
“Ka-kakak pinjam bentar ya dek...” Suara Nada sedikit terbata karena sedang menetralkan nafas juga menjawab pertanyaan yang di lontarkan adik laki-laki nya itu.
Nando hanya mengangguk saja lalu pergi meninggalkan kakak perempuannya dan Jordan disana. Melihat Nando sudah hilang dadi pandangan matanya, dua sejoli ini kembali melanjutkan aktivitas gilanya.
“Come on, babe...” Bisik Jordan lirih di telinga Nada. Gadis itupun menggerakkan kembali pinggulnya, naik turun dengan tempo yang cepat. Ia kembali memburu rasa nikmat yang sempat hampir sampai pada titik puncaknya. Penis milik Jordan menembus liang surgawi milik Nada, hingga berkali-kali menyentuh g-spot di dalam sana.
“Babe... A-ahh... I wanna cum ahh...”
“Let's go...” Dua tangan Jordan membantu menggerakkan pinggul kekasihnya yang sudah mulai kelelahan, namun sebentar lagi mencapai puncak orgasmenya. Desahan gadis itu semakin lama terdengar jelas berasal dari ruang tengah. Pada hentakan ke tiga, Jordan dan Nada mencapai titik klimaksnya berbarengan dengan suara sang mama yang terdengar sayup-sayup memanggil namanya.
“Nad... Keluar dulu, ajak Jordan.” Suara wanita paruh baya itu terdengar dari kejauhan.
“I-iya maaaa, bentar.” Jawab gadis itu seraya merapikan kembali bajunya. Jordan mengambil beberapa lembar tissue untuk membersihkan milik Nada juga miliknya dan membantu kekasihnya mengenakan celana dalamnya.
“Nad, kamu nakal banget sih? Kostumnya rusak nih...”
“Hehe... Maaf babe... Abisnya kamu gemes banget aku gak tahan...”
“Dasar!” Balas Jordan sembari mencubit pipi Nada. Gadis itu lalu berdiri dan menggandeng tangan Jordan untuk keluar menyusul pesta barbeque di depan rumahnya. Baru beberapa langkah, Jordan sadar bahwa kostum yang ia kenakan berlubang tepat di bagian bawahnya.
“Nad, aku keatas dulu ya? Ganti baju. Gak mungkin aku pakai kostum berlubang disini...” Ujarnya sambil menunjuk bagian yang berlubang.
Nada terkekeh melihat kekasihnya mengenakan kostum polar bear yang sangat berantakan karena ulahnya. Gadis itupun segera keluar menuju halaman rumah meninggalkan Jordan yang tengah berganti pakaian. Tanpa di sadari keduanya, ada seseorang di balik jendela yang sedari tadi memperhatikan aktivitas mereka. Siapa dia???
END
Hi... Give me a feedback guys!