Daisy Dresses and Gowns

Tepat di hari Minggu, Jeremy dan Nathalie pergi ke sebuah butik untuk fitting gaun pengantin. Pemilik Daisy Dresses and Gowns adalah kenalan dari mama Jeremy. Sebelumnya sang mama sudah memberi tau bahwa hari ini anak dan calon menantunya akan berkunjung, jadi pemiliknya-pun menunggu kedatangan dua sejoli itu.

Dengan senyum sumringah Jeremy dan Nathalie bertemu dengan beberapa karyawan yang membantu memilih gaun untuk di coba. Entah sudah gaun ke berapa namun belum ada yang cocok di tubuhnya. Tak lama suara yang tak asing di telinga Nathalie menyapanya.

“Nathalie..” Sapa wanita itu.

Jeremy dan Nathalie sontak menoleh ke arah belakang dimana suara itu berasal. Nathalie beranjak dari duduknya lalu tersenyum sedikit kaku karena pemilik butik tersebut adalah Ibu Daisy, lebih tepatnya mama Jovan. Wanita paruh baya itu mendekati Nathalie dan mengusap lengannya perlahan.

“Jadi kamu yang mau menikah? Nih, tante baru aja design gaun dan baru aja selesai di garap. Kamu coba dulu, pas atau enggak. Nanti tinggal di benahi dikit-dikit kalau ada yang kurang pas.” Tutur wanita paruh baya itu, lalu meminta asistennya membawa gaun yang baru saja selesai di kerjakan.

Nathalie mencoba gaun tersebut dan merasa cocok dengan modelnya. Ukurannya juga sudah sangat pas di tubuh Nathalie, tanpa harus di benahi.

“Gaun ini sebenernya mau tante simpan di rumah, karena ini tidak akan di keluarin untuk display.” Ucap Daisy sembari memegangi lengan Nathalie.

“Kenapa tidak di display tante?” Tanya Nathalie, saling menatap dengan Daisy lewat pantulan cermin di depannya.

“Tante nyicil buat calon-nya Jovan. Padahal tante juga belum tau siapa orangnya.”

“Jovan bukannya balikan lagi sama Helena, tante?”

“Oh, balikan? Jovan cuma bilang kalau ketemu sama Helena lagi. Tapi tidak bilang kalau mereka pacaran lagi.” — “Ya sudah, tidak apa-apa. Kamu yang lebih dulu menikah, jadi gaun ini kamu saja yang pakai.”

“Tapi tante,—”

“Sudah, tidak apa-apa. Tante besok bisa design lagi yang baru.” Jelas Daisy dan tersenyum pada Nathalie. Wanita paruh baya itu kemudian memeluk Nathalie dan mengusap lembut punggungnya sembari berbisik.

“Semoga lancar ya, doa tante kamu bahagia menjalani rumah tangga kedepannya.”

“Terima kasih tante. Tante udah baik banget sama aku.”