Cuddle
TW // kissing
nut nut nut...
cklek...
Suara decitan pintu terdengar kala Jeremy membuka pintu apartemen milik Nathalie. Tak perlu menekan bel bahkan menunggu Nathalie membuka pintu untuknya, lelaki itu sudah sangat terbiasa dengan tempat yang ia kunjungi sekarang. Nathalie yang sedang duduk di ruang makan itu-pun tidak merasa keberatan atau marah melihat Jeremy keluar masuk apartemennya.
Lelaki berlesung pipi itu mengayunkan langkahnya menuju ruang makan dan melemparkan senyum khasnya pada Nathalie. Wanita yang sedang menunggu sosok lelaki yang kini di hadapannya itu membalas senyuman yang merekah di bibirnya.
“Maksud kamu apasih Jer, astaga. Kamu mau bikin aku jadi gendut?” Nathalie bersungut ketika melihat makanan yang lumayan banyak di meja makan. Dan sesungguhnya ia tak tau Jeremy memang hanya modus saja atau dia sengaja membelikan banyak makanan.
“Sekarang kan aku di sini Nath, aku bantu habisin. Kebetulan aku juga belum makan.” Jelas lelaki itu kemudian duduk berhadapan dengan Nathalie dan keduanya menyantap makan malam bersama. Suasana di ruangan tersebut sangat tenang. Jeremy sangat lahap menyantap hidangan di atas meja itu namun Nathalie hanya beberapa suap saja. Malam itu Nathalie memang sedang tidak berselera makan.
Setelah menyelesaikan aktivitas makan malam mereka, Nathalie membersihkan meja dan merapikan semua alat makan yang tadi di gunakan. Jeremy memandangi gerak gerik wanita itu tanpa berkedip barang sedetikpun. Di dalam pikirannya banyak sekali harapan di sana. Jauh di lubuk hatinya hanya ada sosok Nathalie Galenia.
Lelaki itu hanyut dalam lamunan dan angan, kenangan masa lalu saat keduanya masih merajut kasih. Saat canda, tawa dan luka mereka lalui bersama. Banyak impian yang ingin ia capai bersama Nathalie. Tapi kapan? Semua keputusan sepenuhnya ada di tangan wanita itu. Tak berapa lama, suara lembut sosok wanita yang di cintainya membuyarkan lamunannya.
“Jer...” Sapa lembut Nathalie sembari mengusap lengan Jeremy. Lelaki itu tersadar lalu menatap lekat wajah wanita yang kini sedang berdiri di hadapannya.
“Hm?”
“Kamu masih mau di sini?” Tanya Nathalie, dan di jawab anggukan saja oleh lelaki itu.
“Nonton film aja yuk, di ruang tengah.” Ujarnya. Jeremy kemudian berdiri dan mengekor di belakang Nathalie menuju ruang tengah yang tak jauh dari ruang makan. Keduanya duduk bersebelahan di satu sofa yang sama lalu wanita itu menekan remote untuk menyalahkan televisi. Berkali-kali ia tekan, tetapi televisi yang menempel pada dinding itu tak menyala.
“Jer, gak mau nyala. Batrenya habis kali ya?”
“Coba aku nyalain dari tv-nya” Ujarnya, lalu Jeremy mencoba menyalakan televisi. Namun nihil, sama sekali tidak menyala.
“Ini tv kamu rusak apa gimana Nath? Gak mau nyala.” Ucap Jeremy, sembari menoleh ke arah wanita itu.
“Yah.. Gimana dong? Nonton tv di kamar gimana?” Tawar Nathalie, ia merasa tak enak hati jika menyuruh Jeremy pulang dengan paksa, padahal lelaki itu masih ingin tinggal di sana.
Nathalie dan Jeremy akhirnya memutuskan menonton tayangan netflix di kamar. Di depan ranjang besar milik wanita itu terdapat satu sofa berukuran sedang yang biasa ia gunakan untuk menonton televisi. Jeremy lebih dulu duduk di sofa tersebut dan menyalakan pendingin udara, sedangkan Nathalie mengambil satu selimut besar dari atas ranjang dan membawanya ke atas sofa.
“Buat apa selimut?” Tanya Jeremy sembari menatap lekat wajah Nathalie.
“Aku biasanya ketiduran kalau nonton film Jer.” Jawab Nathalie singkat.
“Jadi kebiasaan baru nih, nonton film sampai ketiduran.”
Nathalie hanya terkekeh lalu duduk di sebelah lelaki itu sembari merentangkan selimut hingga menutupi separuh tubuhnya. Jeremy ikut masuk ke dalam selimut tebal berwarna coklat muda dan mencari posisi yang nyaman untuk tubuhnya.
23:30
A star is born adalah film pertama yang terputar. Keduanya sangat fokus menyaksikan adegan yang di perankan oleh Bradley Cooper dan Lady Gaga tersebut. Tak banyak obrolan keduanya, Jeremy dan Nathalie sangat fokus hingga sama-sama tak menyadari wanita itu sudah berada di pelukan Jeremy. Momen malam itu seperti mengulang kembali saat mereka masih bersama, menghabiskan waktu untuk menonton Netflix hingga tengah malam. Hangat dan nyaman di dalam pelukan yang Nathalie rasakan bak sebuah obat penawar rasa sakit yang ia rasakan akhir-akhir ini. Ia memang butuh bersandar, ia butuh di topang oleh seseorang, dan lelaki itu sudah ada di dekatnya kini.
02:40
Jeremy dan Nathalie masih sama-sama terjaga. Tak sedikitpun rasa kantuk yang menyapa.
“Nath...”
“Hm?” Ucapnya tanpa menatap lelaki yang berada di sebelahnya.
“Nath, liat sini dulu.” Pinta Jeremy sekali lagi. Kemudian Nathalie menoleh ke arah Jeremy dan dua bola mata mereka saling mengunci satu sama lain.
“Nath, aku mau jujur sama kamu.” Ucap Jeremy sembari menggenggam tangan Nathalie.
“Ya udah ngomong aja Jer.”
“Nath, aku tuh kangen masa-masa kita dulu..”
Wanita itu terdiam, ia tak masih tak percaya Jeremy mengatakannya langsung. Sedangkan Nathalie masih ragu dengan dirinya sendiri.
“Nath, bisa gak kita kaya dulu lagi. Kamu tau kan, mama udah ngebebasin aku.” —– “Helena juga udah sama Jovan.”
“Tapi Jer...”
“Tapi apa?” Tanya Jeremy sembari menyelipkan beberapa helai rambut di belakang telinga Nathalie.
“Tapi aku ngerasa gak pantes buat kamu Jer. Aku pernah bohong sama kamu, aku pernah khianatin kamu Jer.” Ucap wanita itu sembari menahan air mata yang hampir tumpah.
“Aku gak peduli.”
“Jer, aku pernah... S-sama Jov—,”
“Aku gak peduli Nath! Itu bagian dari masa lalu kamu. Aku mau kita ulang dari awal lagi.” Cecar Jeremy sembari menangkup kedua pipinya dan akhirnya Nathalie tak sanggup membendung air matanya. Ia menangis sejadi-jadinya, kemudian Jeremy menarik tubuh Nathalie ke dalam pelukannya. Ia usap lembut punggung wanita itu, hingga tangisnya mereda. Ia pandangi wajah Nathalie yang tampak sayu, detik kemudian Jeremy mendaratkan ciuman yang lembut di bibir Nathalie.
Ciuman di tengah suasana rindu, ciuman yang menyalurkan rasa hangat hingga melupakan lelah pada jiwa mereka. Ciuman yang berubah menjadi lumatan penuh nafsu. Ya, karena keduanya sama-sama rindu hingga membuatnya menjadi candu.
3 am
“Jer, ini jam tiga pagi” Ucap Nathalie sembari melepaskan pelukan.
“Terus kenapa? Aku masih mau di sini, peluk kamu.” Timpal Jeremy.
“Kamu gak ngantuk?”
“Enggak, emang kamu ngantuk?” Tanya Jeremy dan wanita itu menggelengkan kepalanya. Tanpa aba-aba Jeremy kembali meraih tengkuk Nathalie dan melumat bibir manis wanitanya yang selalu membuatnya candu.